Kamis, 19 November 2009

Wajah negeriku… Wajah kampungku….

Wajah negeriku… Wajah kampungku….

Pagi pertama aku terbangun karena sejuk menyusup kisi2 ruang…
Hm,,maha suci Tuhan sang pencipta..yg membuat makhluknya terlelap dan terjaga..
Namun tiba2 ditengah kenikmatan datang berita yg memilukan..
Saudara2ku sekampung berlaku biadab...!!!..mengejar....
memukul lalu membunuh saudaranya sendiri.....bahkan seorang ibu...
juga seorang ayah..dengan biadab melempar dan mematikan darah dagingnya sendiri..
Dendam diasah di kolong yang basah...siap terseret dalam gelombang edan...
Perkelahian dalam hidup sehari-hari...telah menjadi kewajaran.... dimanakah peradaban?
Ya Tuhan ampuni mereka...
kenapa.....kenapa mereka......ada apa dengan orang kampungku..

pagi ke dua aku tersedak...terhenyak..malu..!!!!
kupalingkan wajah 180 derajat... tapi..ya..tetap...masih orang kampungku..
bersandiwara..dengan fakta.... melihat hidup yang tergadai,
fikiran yang dipabrikkan, dan masyarakat yang diternakkanya..
tipu daya telah menjadi seni kehidupan.... Di manakah peradaban?....
Hati manusia telah menjadi acuh....Ya..Tuhan..ingatkan mereka..mungkin mereka lupa..
bahwa ENGKAULAH sutradara....kehidupan...BUKAN dia...!!!

wajah negeri kampungku terlilit kebohongan... terkubur berkalang hampa
sisi kebenaran terhalau, gelapnya satu masa di pucuk ingatan
bersahutan silih berganti, dimana keadilan...??? kejahatan... di lembah curam malapetaka..
mulut-mulut menganga, merengguk cawan keserakahan...kemunafikan menjadi agung....
menodai kebenaran langit......

pagi ke tiga...aku mendadak nyaris tanpa nafas...kampungku dihantam bencana...
luluh lantak diterjang bahana tarian maut.... segala benda di sekitarnya menari oleh gempa...
menyisakan garis-garis retak di dinding bata ..... rumah amblas tersedot bumi......
ibu terkubur diantara pondasi..menggapai-gapai anak di atap puing...

badai...kilat dan petir silih berganti..bagai model terkini dipotret ...
banjir...air bah susul menyusul..mengisi relung terbawah...menggenangi wajah kampungku..
apakah ini buah dari ulah serakah manusia....ataukah tulah dari Tuhan atas kaum durhaka..atau mungkin hanya polah dari alam semesta.....yang semakin ringkih oleh usia renta...

Nestapa, negri kampungku..seperti juga takdir, tak semata dirajahkan pada telapak tangan..
Tak mungkin mampu membaca dari awal....bila maut datang dengan bentuk tak terduga..
bahkan Tuhan seolah-olah menghendaki kita tak siap...inilah kelemahan manusia...
inilah yang terjadi...... inilah wajah negeriku...wajah kampungku....


gsmlina,
Bogor, November 2009.....dedikasiku untuk kampungku...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar