CERITA SEORANG ANAK TENTANG SEORANG IBU….....
Seorang anak laki-laki kecil bertanya kepada ibunya..... 'Mengapa ibu menangis….?'
'Karena aku seorang wanita', kata sang ibu kepadanya.
'Aku tidak mengerti', kata anak itu.
Si Ibu hanya memeluknya dengan kasih sayang lalu berkata,...Nak.. kau tak akan pernah mengerti...
Kemudian anak laki-laki itu bertanya kepada ayahnya,..
Ayah.. 'Mengapa ibu suka menangis tanpa alasan...?'
Semua wanita menangis tanpa alasan..., hanya itu yang dapat dikatakan oleh ayahnya...
Anak laki-laki kecil itu pun lalu tumbuh menjadi seorang laki-laki dewasa,
tetapi tetap ingin tahu mengapa wanita menangis....
Akhirnya ia menghubungi Tuhan, lalu ia bertanya,
Tuhan, mengapa wanita begitu mudah menangis...?'
lalu...Tuhanpun berkata:
'Ketika Aku menciptakan seorang wanita,
ia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa.
Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia;
namun, harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan '
'Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak...
Sekaligus..menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya '
Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar
ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya
dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh '
Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan,
bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya '
Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya
dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya '
Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik
takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu ' '
Dan akhirnya....,
Aku memberinya air mata untuk diteteskan.... Ini adalah khusus miliknya
untuk digunakan kapan pun ia butuhkan.'
Tuhan juga berkata pada si Anak...Kau tahu:
bahwa...Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya,
Bukan dari sosok yang ia tampilkan, bukan pula bagaimana ia menyisir rambutnya.'
Tetapi....Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, karena itulah pintu hatinya -
tempat dimana cinta itu ada.....'
Tertuju Kepada setiap ibu untuk memperingati Bulan Sejarah ibu...
Jika Ibu melakukan sesuatu dengan baik.......maka..niscaya... sesuatu yang baik akan terjadi...
InsyaAllah... Amiiiin...
udedikasikan pd acara pertemuan karyawati P3HH dalam rangka peringatan hari Ibu..
desember, 2008
Kamis, 19 November 2009
BUNGA KECILKU
BUNGA KECILKU
by: gsmlina
Bunga kecilku yang cantik..
Bunga kecilku yang indah…
Bunga kecilku yang selalu ku belai...
Kau adalah kesayanganku..., kau kecintaanku.., kau pengharum hidupku...,
Kini kupetik ntuk ku pajang...,
Kini kupetik ntuk kuserahkan..
Bunga kecilku..
Kemarin masih kusirami..., kini tidak lagi milikku, kini tidak lagi bunga kecilku..,
Tebarkan aromamu ke penjuru semesta
Tebarkan sarimu yang suci murni...
Abadikan keelokanmu, lestarikan aromamu..
Tak ada angin membuatmu goyah..
Tak ada hujan membuatmu gugur..
Tak ada panas membuatmu layu..
Tak ada tsunami membuatmu hanyut..
Jadilah bunga keluargamu..
Bunga kecilku yang telah mekar..
Ku lepas kini rangkaian bunga cintaku
Ku ikhlaskan dari pangkuanku
Kupandang kini dari jauh...kutatap jauh kiprahmu..\
Padang 22 Juli 2007
by: gsmlina
Bunga kecilku yang cantik..
Bunga kecilku yang indah…
Bunga kecilku yang selalu ku belai...
Kau adalah kesayanganku..., kau kecintaanku.., kau pengharum hidupku...,
Kini kupetik ntuk ku pajang...,
Kini kupetik ntuk kuserahkan..
Bunga kecilku..
Kemarin masih kusirami..., kini tidak lagi milikku, kini tidak lagi bunga kecilku..,
Tebarkan aromamu ke penjuru semesta
Tebarkan sarimu yang suci murni...
Abadikan keelokanmu, lestarikan aromamu..
Tak ada angin membuatmu goyah..
Tak ada hujan membuatmu gugur..
Tak ada panas membuatmu layu..
Tak ada tsunami membuatmu hanyut..
Jadilah bunga keluargamu..
Bunga kecilku yang telah mekar..
Ku lepas kini rangkaian bunga cintaku
Ku ikhlaskan dari pangkuanku
Kupandang kini dari jauh...kutatap jauh kiprahmu..\
Padang 22 Juli 2007
sajak untuk ibu....
Telah ku ukur bayang bayangku
Telah ku langkah dari benua ke benua
Telah kuhabiskan masa dengan soalan
Untuk mempelajari arti kehidupan
Banyak hal sudah aku lakukan
tersimpul kata tiap wanita akan jadi ibu
Ibu...maafkan diri ini..., yang sudah menelantarkan
sakitnya hati ibu
Aku sudah menghancurkan harapan yang sudah ibu bangun mulai dari
aku masih dikandungan ibu
Dengan alasan ingin mandiri, tidak terasa aku sudah melupakan
jasa - jasamu Ibu
Dengan alasan aku sudah beranjak dewasa, aku sudah merendahkan
kemuliaan hati ibu..
Aku melupakan ibu..., karena sifatku yang menymbongkan diri...
Ya Allah maafkan aku yang penuh dengan dosa...
Ajarkan anakmu akan eksistensi cinta
Dan ajari diriku tentang seorang wanita
Ibu……….
Diruang Desember ini ada hari untukmu
Entahlahh…apa makna angka kembar dibulan itu
Yang aku inginkan hanyalah mengabdi padamu
Tanpa harus melukai jiwamu
Selamat hari ibu, untukmu ibuku
Senyummu akan terpampang dikelopak mataku
Telah ku langkah dari benua ke benua
Telah kuhabiskan masa dengan soalan
Untuk mempelajari arti kehidupan
Banyak hal sudah aku lakukan
tersimpul kata tiap wanita akan jadi ibu
Ibu...maafkan diri ini..., yang sudah menelantarkan
sakitnya hati ibu
Aku sudah menghancurkan harapan yang sudah ibu bangun mulai dari
aku masih dikandungan ibu
Dengan alasan ingin mandiri, tidak terasa aku sudah melupakan
jasa - jasamu Ibu
Dengan alasan aku sudah beranjak dewasa, aku sudah merendahkan
kemuliaan hati ibu..
Aku melupakan ibu..., karena sifatku yang menymbongkan diri...
Ya Allah maafkan aku yang penuh dengan dosa...
Ajarkan anakmu akan eksistensi cinta
Dan ajari diriku tentang seorang wanita
Ibu……….
Diruang Desember ini ada hari untukmu
Entahlahh…apa makna angka kembar dibulan itu
Yang aku inginkan hanyalah mengabdi padamu
Tanpa harus melukai jiwamu
Selamat hari ibu, untukmu ibuku
Senyummu akan terpampang dikelopak mataku
sajak keperihan...
Dulu,.. rasa sama dirasa
Dulu,.. hati merayu sama menyatu
Kini,.. rasa berbeda rasa
Kini asa,... tak pernah nyata
Kini hati,...layu mulai membatu
Dari sikap ke ucapan
Dari pandangan ke kekelakuan
Dari nyata ke dustaan
Dari indah ke kebisuan
Bila mungkin tapi tak mungkin
Bila kata tapi tak nyata
Bila diikut tapi takut
Bila keluar takut terbakar...
Ya Allahku....
Kapan......... akan asa kurasa nikmat ........
Sebelum ajal menjemputku,...
Izinkan aku mengecap asa yang nyata...
Seperti asaku sebelum nyata...
bogor, 07/07
gsmlina
Dulu,.. hati merayu sama menyatu
Kini,.. rasa berbeda rasa
Kini asa,... tak pernah nyata
Kini hati,...layu mulai membatu
Dari sikap ke ucapan
Dari pandangan ke kekelakuan
Dari nyata ke dustaan
Dari indah ke kebisuan
Bila mungkin tapi tak mungkin
Bila kata tapi tak nyata
Bila diikut tapi takut
Bila keluar takut terbakar...
Ya Allahku....
Kapan......... akan asa kurasa nikmat ........
Sebelum ajal menjemputku,...
Izinkan aku mengecap asa yang nyata...
Seperti asaku sebelum nyata...
bogor, 07/07
gsmlina
Wajah negeriku… Wajah kampungku….
Wajah negeriku… Wajah kampungku….
Pagi pertama aku terbangun karena sejuk menyusup kisi2 ruang…
Hm,,maha suci Tuhan sang pencipta..yg membuat makhluknya terlelap dan terjaga..
Namun tiba2 ditengah kenikmatan datang berita yg memilukan..
Saudara2ku sekampung berlaku biadab...!!!..mengejar....
memukul lalu membunuh saudaranya sendiri.....bahkan seorang ibu...
juga seorang ayah..dengan biadab melempar dan mematikan darah dagingnya sendiri..
Dendam diasah di kolong yang basah...siap terseret dalam gelombang edan...
Perkelahian dalam hidup sehari-hari...telah menjadi kewajaran.... dimanakah peradaban?
Ya Tuhan ampuni mereka...
kenapa.....kenapa mereka......ada apa dengan orang kampungku..
pagi ke dua aku tersedak...terhenyak..malu..!!!!
kupalingkan wajah 180 derajat... tapi..ya..tetap...masih orang kampungku..
bersandiwara..dengan fakta.... melihat hidup yang tergadai,
fikiran yang dipabrikkan, dan masyarakat yang diternakkanya..
tipu daya telah menjadi seni kehidupan.... Di manakah peradaban?....
Hati manusia telah menjadi acuh....Ya..Tuhan..ingatkan mereka..mungkin mereka lupa..
bahwa ENGKAULAH sutradara....kehidupan...BUKAN dia...!!!
wajah negeri kampungku terlilit kebohongan... terkubur berkalang hampa
sisi kebenaran terhalau, gelapnya satu masa di pucuk ingatan
bersahutan silih berganti, dimana keadilan...??? kejahatan... di lembah curam malapetaka..
mulut-mulut menganga, merengguk cawan keserakahan...kemunafikan menjadi agung....
menodai kebenaran langit......
pagi ke tiga...aku mendadak nyaris tanpa nafas...kampungku dihantam bencana...
luluh lantak diterjang bahana tarian maut.... segala benda di sekitarnya menari oleh gempa...
menyisakan garis-garis retak di dinding bata ..... rumah amblas tersedot bumi......
ibu terkubur diantara pondasi..menggapai-gapai anak di atap puing...
badai...kilat dan petir silih berganti..bagai model terkini dipotret ...
banjir...air bah susul menyusul..mengisi relung terbawah...menggenangi wajah kampungku..
apakah ini buah dari ulah serakah manusia....ataukah tulah dari Tuhan atas kaum durhaka..atau mungkin hanya polah dari alam semesta.....yang semakin ringkih oleh usia renta...
Nestapa, negri kampungku..seperti juga takdir, tak semata dirajahkan pada telapak tangan..
Tak mungkin mampu membaca dari awal....bila maut datang dengan bentuk tak terduga..
bahkan Tuhan seolah-olah menghendaki kita tak siap...inilah kelemahan manusia...
inilah yang terjadi...... inilah wajah negeriku...wajah kampungku....
gsmlina,
Bogor, November 2009.....dedikasiku untuk kampungku...
Pagi pertama aku terbangun karena sejuk menyusup kisi2 ruang…
Hm,,maha suci Tuhan sang pencipta..yg membuat makhluknya terlelap dan terjaga..
Namun tiba2 ditengah kenikmatan datang berita yg memilukan..
Saudara2ku sekampung berlaku biadab...!!!..mengejar....
memukul lalu membunuh saudaranya sendiri.....bahkan seorang ibu...
juga seorang ayah..dengan biadab melempar dan mematikan darah dagingnya sendiri..
Dendam diasah di kolong yang basah...siap terseret dalam gelombang edan...
Perkelahian dalam hidup sehari-hari...telah menjadi kewajaran.... dimanakah peradaban?
Ya Tuhan ampuni mereka...
kenapa.....kenapa mereka......ada apa dengan orang kampungku..
pagi ke dua aku tersedak...terhenyak..malu..!!!!
kupalingkan wajah 180 derajat... tapi..ya..tetap...masih orang kampungku..
bersandiwara..dengan fakta.... melihat hidup yang tergadai,
fikiran yang dipabrikkan, dan masyarakat yang diternakkanya..
tipu daya telah menjadi seni kehidupan.... Di manakah peradaban?....
Hati manusia telah menjadi acuh....Ya..Tuhan..ingatkan mereka..mungkin mereka lupa..
bahwa ENGKAULAH sutradara....kehidupan...BUKAN dia...!!!
wajah negeri kampungku terlilit kebohongan... terkubur berkalang hampa
sisi kebenaran terhalau, gelapnya satu masa di pucuk ingatan
bersahutan silih berganti, dimana keadilan...??? kejahatan... di lembah curam malapetaka..
mulut-mulut menganga, merengguk cawan keserakahan...kemunafikan menjadi agung....
menodai kebenaran langit......
pagi ke tiga...aku mendadak nyaris tanpa nafas...kampungku dihantam bencana...
luluh lantak diterjang bahana tarian maut.... segala benda di sekitarnya menari oleh gempa...
menyisakan garis-garis retak di dinding bata ..... rumah amblas tersedot bumi......
ibu terkubur diantara pondasi..menggapai-gapai anak di atap puing...
badai...kilat dan petir silih berganti..bagai model terkini dipotret ...
banjir...air bah susul menyusul..mengisi relung terbawah...menggenangi wajah kampungku..
apakah ini buah dari ulah serakah manusia....ataukah tulah dari Tuhan atas kaum durhaka..atau mungkin hanya polah dari alam semesta.....yang semakin ringkih oleh usia renta...
Nestapa, negri kampungku..seperti juga takdir, tak semata dirajahkan pada telapak tangan..
Tak mungkin mampu membaca dari awal....bila maut datang dengan bentuk tak terduga..
bahkan Tuhan seolah-olah menghendaki kita tak siap...inilah kelemahan manusia...
inilah yang terjadi...... inilah wajah negeriku...wajah kampungku....
gsmlina,
Bogor, November 2009.....dedikasiku untuk kampungku...
Galau rasa di dada..
Galau rasa di dada..
Ujung yang kutuju tak tentu..
Menunggu harapan obsesi..
Jauh menggapai lengan lunglai..
Lelah kaki dilangkah jalani tapak hidup..
Penat menyelami terengah-engah..
Berat menyentuh lubuk hatinya..
Bahagiaku..memompa semangat ..
Dua makhluk titipan selalu memotivasi..
Labuhan penat dan lelah..
Bahagiaku..memandang tumbuh jadi manusia..
Yakiniku akan mengirimiku hadiah doa
Jika ajalku tiba, jadi tumpuan harapan..
Membangun sel-selku yang membusuk..
Allah..padaMu ku serahkan hidupku..
Matikupun hanya untukMu..
Memohon padaMu..
Jika kau jemput aku..
Jemput aku dalam khusnul khatimah
Basuh aku dari dosa dan noda..
Tinggalkan titipanMU dengan bahagia..
gsmlina,
Bogor, juni 2005
Ujung yang kutuju tak tentu..
Menunggu harapan obsesi..
Jauh menggapai lengan lunglai..
Lelah kaki dilangkah jalani tapak hidup..
Penat menyelami terengah-engah..
Berat menyentuh lubuk hatinya..
Bahagiaku..memompa semangat ..
Dua makhluk titipan selalu memotivasi..
Labuhan penat dan lelah..
Bahagiaku..memandang tumbuh jadi manusia..
Yakiniku akan mengirimiku hadiah doa
Jika ajalku tiba, jadi tumpuan harapan..
Membangun sel-selku yang membusuk..
Allah..padaMu ku serahkan hidupku..
Matikupun hanya untukMu..
Memohon padaMu..
Jika kau jemput aku..
Jemput aku dalam khusnul khatimah
Basuh aku dari dosa dan noda..
Tinggalkan titipanMU dengan bahagia..
gsmlina,
Bogor, juni 2005
ABSTRAKSI PEREMPUAN- PEREMPUAN
ABSTRAKSI PEREMPUAN- PEREMPUAN
Karya : Gusmailina
Dalam rangka memperingati hari KARTINI, saya mencoba menyususn dan merangkai kata yang kiranya ada manfaat bagi kita kaum perempuan, Namun sebelumnya saya mohon maaf jika terdapat kekurangan baik dalam kata maupun dalam penyampaian…
Perempuan…perempuan
Perempuan.. adalah pelabuhan damai…
Perempuan … adalah tampat kapal berlabuh..
Perempuan adalah isteri tempat cinta mengalir..
…… dari anak sungai kali gunung
Namun….
Ketika perempuan dianggap sebagai kelompok manusia..
Yang tidak menempati posisi sebagai objek…
Ketika perempuan hanya dianggap sebagai sekunder..
Dengan otoritas nihil..
Ketika perempuan dianggap tidak mampu..
Memberi kontribusi yang signifikan…..
Sungguh… suatu realitas yang menyesatkan…
… gelap.. tak ber-asa… dalam warna.. feodalisme patriarki..
Ketika perempuan… hanya jadi bayang-bayang.. yang mengekor..
Sosok kartini pun…tak tahan berpangku tangan..
Tak kemana berpaling wajah.. dada terbakar api juang..
Menerjang keterkungkungan…mengekor kemunafikan..
Kartini berontak… bukan lupa kodrat..
Kartini berteriak.. bukan marah..
Kartini hadir memecah gelap..terangi bathin perempuan..
Kini segala angan dan mimpi perempuan..
Dapat diraih dengan nyata,.. digenggam dalam telapak yang mungil..
Kartini.. perempuan pelopor,.. pelopor emansipasi..feminisme..
Kartini tenang meninggalkan jejak.. sejarah sepanjang zaman..
Dari jauh kartini tersenyum..ketika melihat perempuan menabur kasih…
Menebar senyum wibawa..berdiri tegak hadap publik..tubuh terbalut budaya timur…
Dengan gemulai…membelai anak…menuntun generasi..searah kemajuan tanpa lepas..kodrat dan etika…
Namun.. kartini menangis…ketika melihat perempuan jadi simbol pemuas nafsu
Jadi tontonan pengumbar hasrat..
Perempuan jadi fenomena.. topik berbentur antara seni dan agama…
Perempuan jadi objek estetika tapi lepas dari agama…
Perempuan dalam reformasikah itu…
Jawabnya tidak… bukan ….
Karena sesungguhanya… Allah telah berfirman..
Bahwa Allah lebih mencintai mukminah yang kuat iman, kuat ilmu.., dan kuat fisik..
Karena perempuan adalah cermin bahasa…moral… dan agama…
Sehingga… akan melahirkan..mendidik..generasi..
Menuju keselamatan dunia dan akhirat…
Kartini…
Kami perempuan-perempuan yang hadir disini…
Berharap dapat meluruskan kembali..arti dan makna dari perjuanganmu..
Karena mengingatmu..seperti berdiang diperapian saat hujan..
Apimu menghangatkan tiap relung sukma kami..
Mengingatmu..suatu kesadaran yang memberi catatan..
Tentang emansipasi kaumku sesungguhnya..
Kartini… hidup dalam mati…..
Bogor, 15 April 2004
Ditulis untuk mengingat hari Kartini, 21 April 2004.
Karya : Gusmailina
Dalam rangka memperingati hari KARTINI, saya mencoba menyususn dan merangkai kata yang kiranya ada manfaat bagi kita kaum perempuan, Namun sebelumnya saya mohon maaf jika terdapat kekurangan baik dalam kata maupun dalam penyampaian…
Perempuan…perempuan
Perempuan.. adalah pelabuhan damai…
Perempuan … adalah tampat kapal berlabuh..
Perempuan adalah isteri tempat cinta mengalir..
…… dari anak sungai kali gunung
Namun….
Ketika perempuan dianggap sebagai kelompok manusia..
Yang tidak menempati posisi sebagai objek…
Ketika perempuan hanya dianggap sebagai sekunder..
Dengan otoritas nihil..
Ketika perempuan dianggap tidak mampu..
Memberi kontribusi yang signifikan…..
Sungguh… suatu realitas yang menyesatkan…
… gelap.. tak ber-asa… dalam warna.. feodalisme patriarki..
Ketika perempuan… hanya jadi bayang-bayang.. yang mengekor..
Sosok kartini pun…tak tahan berpangku tangan..
Tak kemana berpaling wajah.. dada terbakar api juang..
Menerjang keterkungkungan…mengekor kemunafikan..
Kartini berontak… bukan lupa kodrat..
Kartini berteriak.. bukan marah..
Kartini hadir memecah gelap..terangi bathin perempuan..
Kini segala angan dan mimpi perempuan..
Dapat diraih dengan nyata,.. digenggam dalam telapak yang mungil..
Kartini.. perempuan pelopor,.. pelopor emansipasi..feminisme..
Kartini tenang meninggalkan jejak.. sejarah sepanjang zaman..
Dari jauh kartini tersenyum..ketika melihat perempuan menabur kasih…
Menebar senyum wibawa..berdiri tegak hadap publik..tubuh terbalut budaya timur…
Dengan gemulai…membelai anak…menuntun generasi..searah kemajuan tanpa lepas..kodrat dan etika…
Namun.. kartini menangis…ketika melihat perempuan jadi simbol pemuas nafsu
Jadi tontonan pengumbar hasrat..
Perempuan jadi fenomena.. topik berbentur antara seni dan agama…
Perempuan jadi objek estetika tapi lepas dari agama…
Perempuan dalam reformasikah itu…
Jawabnya tidak… bukan ….
Karena sesungguhanya… Allah telah berfirman..
Bahwa Allah lebih mencintai mukminah yang kuat iman, kuat ilmu.., dan kuat fisik..
Karena perempuan adalah cermin bahasa…moral… dan agama…
Sehingga… akan melahirkan..mendidik..generasi..
Menuju keselamatan dunia dan akhirat…
Kartini…
Kami perempuan-perempuan yang hadir disini…
Berharap dapat meluruskan kembali..arti dan makna dari perjuanganmu..
Karena mengingatmu..seperti berdiang diperapian saat hujan..
Apimu menghangatkan tiap relung sukma kami..
Mengingatmu..suatu kesadaran yang memberi catatan..
Tentang emansipasi kaumku sesungguhnya..
Kartini… hidup dalam mati…..
Bogor, 15 April 2004
Ditulis untuk mengingat hari Kartini, 21 April 2004.
kata perpisahan untuk bu Tatat
Yth. IBu…Tatat
Perjalanan ibu sudah sampai diujung bakti pada kami..
Kami pasti merasa kehilangan…
Kami tidak akan bertemu wajah ibu yang selalu penuh sapa...
Kami tidak akan melihat lagi sosok wajah penuh kesabaran…
Kami tidak akan pernah lagi menerima uluran tangan ibu..
Kami tidak akan lagi menerima motivasi dari ibu..
Berat hati membiarkan ibu pergi..
Tetapi..sangat egois..jika kami tidak melepaskan ibu..
Tak banyak untaian kalimat yang dapat kami berikan..
Hanya ucapan terimakasih,.. tulus dari hati yang terdalam..
Ucapan terimakasih telah membaktikan diri demi kemajuan kami..
Ibu…
Kami hanya manusia biasa…penuh salah dan khilaf..
Beri kami maaf jika kami menyusahkan ibu..
Beri kami maaf..jika karena kami, ibu terpaksa menyampingkan sedih ibu..
Beri kami maaf jika karena kami, ibu menutupi kesal ibu..
Beri kami maaf tak terhingga…jika kami menyita waktu ibu…
Semoga Allah memberi ganjaran untuk semua jasa dan bakti ibu..
Selamat jalan bu.. Selamat menikmati kebebasan..
Bogor, 17 januari 2008
Perjalanan ibu sudah sampai diujung bakti pada kami..
Kami pasti merasa kehilangan…
Kami tidak akan bertemu wajah ibu yang selalu penuh sapa...
Kami tidak akan melihat lagi sosok wajah penuh kesabaran…
Kami tidak akan pernah lagi menerima uluran tangan ibu..
Kami tidak akan lagi menerima motivasi dari ibu..
Berat hati membiarkan ibu pergi..
Tetapi..sangat egois..jika kami tidak melepaskan ibu..
Tak banyak untaian kalimat yang dapat kami berikan..
Hanya ucapan terimakasih,.. tulus dari hati yang terdalam..
Ucapan terimakasih telah membaktikan diri demi kemajuan kami..
Ibu…
Kami hanya manusia biasa…penuh salah dan khilaf..
Beri kami maaf jika kami menyusahkan ibu..
Beri kami maaf..jika karena kami, ibu terpaksa menyampingkan sedih ibu..
Beri kami maaf jika karena kami, ibu menutupi kesal ibu..
Beri kami maaf tak terhingga…jika kami menyita waktu ibu…
Semoga Allah memberi ganjaran untuk semua jasa dan bakti ibu..
Selamat jalan bu.. Selamat menikmati kebebasan..
Bogor, 17 januari 2008
di tajuk kedalaman bisu
di tajuk kedalaman bisu
karya : gusmailina
aku bersimpuh.. kelembah rawa..
bersunyi... di sela.. batu-batu air..
mengalir tenang.. meresap ke denyut nadi..
menyatu lebur.. di nafasku..
tafakur aku dalam kealpaan...
lafadz asmaMU... berucap di bibir
merasa timpang lukai jiwa...
tangan kuangkat, muka tengadah..
menatap tajuk... diam dalam bisu..
pandangan lepas sebuah landscape..
panjang.... tak berbingkai tak bertepi..
ketika datang.. angin sisa musim hujan...
menggigilkan daun kering... sekarat... datang meminta kesejukan..
terjungkal.. ketika badai.. menerabas kemarau kering kerontang..
kemana aromamu... kemana O2 mu...kemana hijaumu......Ooo....tajuk...
...kau diam...gelisah marah dalam galau....
merintih di puing-puing bencana...
berpindah ke dalam kotak...dalam kardus yang bersegel..
aku tau...jiwaku hidup dari biji, akar, batang, ranting, daun, bunga dan buah..
namun terkoyak.. gemuruh mesin melintas telingaku..
panas...panas...panas....panas atmosfirku..
O..tajukku malang, terhempas..tergilas nafsu..
Lalu diam............. dalam.... bisu..
Bogor, 13 maret 2008
karya : gusmailina
aku bersimpuh.. kelembah rawa..
bersunyi... di sela.. batu-batu air..
mengalir tenang.. meresap ke denyut nadi..
menyatu lebur.. di nafasku..
tafakur aku dalam kealpaan...
lafadz asmaMU... berucap di bibir
merasa timpang lukai jiwa...
tangan kuangkat, muka tengadah..
menatap tajuk... diam dalam bisu..
pandangan lepas sebuah landscape..
panjang.... tak berbingkai tak bertepi..
ketika datang.. angin sisa musim hujan...
menggigilkan daun kering... sekarat... datang meminta kesejukan..
terjungkal.. ketika badai.. menerabas kemarau kering kerontang..
kemana aromamu... kemana O2 mu...kemana hijaumu......Ooo....tajuk...
...kau diam...gelisah marah dalam galau....
merintih di puing-puing bencana...
berpindah ke dalam kotak...dalam kardus yang bersegel..
aku tau...jiwaku hidup dari biji, akar, batang, ranting, daun, bunga dan buah..
namun terkoyak.. gemuruh mesin melintas telingaku..
panas...panas...panas....panas atmosfirku..
O..tajukku malang, terhempas..tergilas nafsu..
Lalu diam............. dalam.... bisu..
Bogor, 13 maret 2008
HUTAN TERENDAM HUTANG…
HUTAN TERENDAM HUTANG…
Karya gusmailina
Hidup dalam hutan..kita ketinggalan zaman..
Tapi hidup tanpa hutan..manusia akan kepanasan..
Kalau hidup tanpa hutan, bumipun ketandusan.
Jika hidup tanpa hutan, bagai tubuh tanpa paru2..
Tapi kini dalam hutan, tidak boleh cari makan.
Karena dalam hutan ada hutang..bila bayar tunggu tebang..
Kini hutan jadi ilalang...
Ketika bumi tanpa hutan..kacau alam jadi aneh..
Fenomena muncul..ritme berganti pertanda bencana..
Hutan berdiri kaku..hangus..berpacu..melawan nafsu..
Hutanpun berganti warna..bertopeng dan mengganti wajah..
Tak ada hijau..tak ada hutan..tak ada roh kehidupan...
Jika tiba dipuncak ancaman..
Angin kuat..disana..memaksa..mencairkan keabadian es..
Kita tak kan mampu mencegah..meredam..menghanyutkan...dan
Menenggelamkan seluruh kesombongan manusia didunia ini..
Tak ada hutan...hiduppun jadi sepi..
Karena semua...sudah mati..terendam hutang generasi nanti...
Bogor, penghujung desember 2008..
Karya gusmailina
Hidup dalam hutan..kita ketinggalan zaman..
Tapi hidup tanpa hutan..manusia akan kepanasan..
Kalau hidup tanpa hutan, bumipun ketandusan.
Jika hidup tanpa hutan, bagai tubuh tanpa paru2..
Tapi kini dalam hutan, tidak boleh cari makan.
Karena dalam hutan ada hutang..bila bayar tunggu tebang..
Kini hutan jadi ilalang...
Ketika bumi tanpa hutan..kacau alam jadi aneh..
Fenomena muncul..ritme berganti pertanda bencana..
Hutan berdiri kaku..hangus..berpacu..melawan nafsu..
Hutanpun berganti warna..bertopeng dan mengganti wajah..
Tak ada hijau..tak ada hutan..tak ada roh kehidupan...
Jika tiba dipuncak ancaman..
Angin kuat..disana..memaksa..mencairkan keabadian es..
Kita tak kan mampu mencegah..meredam..menghanyutkan...dan
Menenggelamkan seluruh kesombongan manusia didunia ini..
Tak ada hutan...hiduppun jadi sepi..
Karena semua...sudah mati..terendam hutang generasi nanti...
Bogor, penghujung desember 2008..
KATA ALLAH …..
KATA ALLAH …..
Oleh : g’lina
Kata Allah.. manusia adalah mkhluk istimewa dan mulia di sisiNya
Kata Allah... malaikatpun harus sujud ketika manusia tercipta...kecuali iblis
Karenanya... Allah melantik manusia untuk menjadi khalifah di muka bumi
Pelantikan ini menjadi pertanyaan bagi malaikat...namun malaikat tetap taat..
Padahal apa yang dilakukan manusia di muka bumi ini...??
Bahkan sesama manusiapun saling caci dan bunuh-bunuhan..
Sementara malaikat tetap bertashbih..
Kata Allah...., Allah mengetahui apa yang tidak kita ketahui..
Jika posisi manusia lebih mulia dari malaikat... apalagi dengan binatang..
Namun kenyataan..manusiapun bisa bersikap lebih rendah dari binatang
Padahal akal dan fikiran yang dipunyai manusia adalah amanah..
Kelak akan dipertanggung jawabkan di akhirat..
Kata Allah... semua indera dan hati kita ini..
Akan diminta laporan pertanggung jawabannya..
Hasil analisis menunjukkan bahwa..
Manusia yang berakal adalah manusia yang amanah terhadap akalnya..
Akan senantiasa berfikir, memerhati, mengkaji serta memuji kebesaran Allah..
Tuhan yang mencipta alam semesta..
Kata imam agung junjungan dan rasul kita...
Manusia yang tidak amanah terhadap akal, menjalani kehidupan
Hanya mengikuti telunjuk nafsu semata..
Kedudukan mereka sama seperti binatang,..
Bahkan lebih dahsyata daripada itu..
Kata Allah ..
Neraka jahannam bagi manusia yang mempunyai hati...
Tetapi tidak memahami ayat Allah..
Mempunyai mata tetapi tidak melihat bukti keesaan Allah..
Mempunyai telinga tetapi tidak mendengar ajaran dan nasihat..
Mereka seperti ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi,
Mereka itulah orang yang lalai....!!!
Kata Allah...
Meskipun manusia makhluk paling mulia di sisiNya
Tapi nilai kemuliaan tidak diukur dari pangkat, golongan, jabatan, apalagi harta..
Tetapi di ukur sejauh mana seseorang itu bertaqwa kepadaNya
Kata Allah ...
Ciri umum golongan manusia bertaqwa yaitu ’Alif’, ’Lam’, ’Mim’...
Sumber : Cuplikan dari : surat at-Tin, Surah Al-baqarah, surah al-Israk, surah Ali Imran, surah al-A’raf, surah al-Hujurat serta Hadis riwayat Ibnul Mahbar.
Dibuat sewaktu acara perpisahan pa Suryadi. 2006
Oleh : g’lina
Kata Allah.. manusia adalah mkhluk istimewa dan mulia di sisiNya
Kata Allah... malaikatpun harus sujud ketika manusia tercipta...kecuali iblis
Karenanya... Allah melantik manusia untuk menjadi khalifah di muka bumi
Pelantikan ini menjadi pertanyaan bagi malaikat...namun malaikat tetap taat..
Padahal apa yang dilakukan manusia di muka bumi ini...??
Bahkan sesama manusiapun saling caci dan bunuh-bunuhan..
Sementara malaikat tetap bertashbih..
Kata Allah...., Allah mengetahui apa yang tidak kita ketahui..
Jika posisi manusia lebih mulia dari malaikat... apalagi dengan binatang..
Namun kenyataan..manusiapun bisa bersikap lebih rendah dari binatang
Padahal akal dan fikiran yang dipunyai manusia adalah amanah..
Kelak akan dipertanggung jawabkan di akhirat..
Kata Allah... semua indera dan hati kita ini..
Akan diminta laporan pertanggung jawabannya..
Hasil analisis menunjukkan bahwa..
Manusia yang berakal adalah manusia yang amanah terhadap akalnya..
Akan senantiasa berfikir, memerhati, mengkaji serta memuji kebesaran Allah..
Tuhan yang mencipta alam semesta..
Kata imam agung junjungan dan rasul kita...
Manusia yang tidak amanah terhadap akal, menjalani kehidupan
Hanya mengikuti telunjuk nafsu semata..
Kedudukan mereka sama seperti binatang,..
Bahkan lebih dahsyata daripada itu..
Kata Allah ..
Neraka jahannam bagi manusia yang mempunyai hati...
Tetapi tidak memahami ayat Allah..
Mempunyai mata tetapi tidak melihat bukti keesaan Allah..
Mempunyai telinga tetapi tidak mendengar ajaran dan nasihat..
Mereka seperti ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi,
Mereka itulah orang yang lalai....!!!
Kata Allah...
Meskipun manusia makhluk paling mulia di sisiNya
Tapi nilai kemuliaan tidak diukur dari pangkat, golongan, jabatan, apalagi harta..
Tetapi di ukur sejauh mana seseorang itu bertaqwa kepadaNya
Kata Allah ...
Ciri umum golongan manusia bertaqwa yaitu ’Alif’, ’Lam’, ’Mim’...
Sumber : Cuplikan dari : surat at-Tin, Surah Al-baqarah, surah al-Israk, surah Ali Imran, surah al-A’raf, surah al-Hujurat serta Hadis riwayat Ibnul Mahbar.
Dibuat sewaktu acara perpisahan pa Suryadi. 2006
Bidukku terombang-ambing
Bidukku terombang-ambing
Terengah-engah biduk kudayung..
Lamban terasa walau tetap melaju ..
Kadang datang sinar secercah..
Kadang lenyap ditelan kelam..
Kadang muncul memberi asa...
Tapi... tak membuat sirnanya gelap..
Lunglai lengan mengayuh biduk..
Seorang diri bertahan di kelamnya asa
Berharap shubuh menyongsong cahaya
Terasa jauuuuh... penatpun berkuasa..
Sejenak keraguan datang mengilas..
Adakah kekuatan tuk melihat cahaya..
Kuragu ajalku datang sebelum cahaya sinar
Menerangi bidukku...
Ya...Allah kucoba ikhlas berharap ridhoMu...
Bogor, okt 2004
Terengah-engah biduk kudayung..
Lamban terasa walau tetap melaju ..
Kadang datang sinar secercah..
Kadang lenyap ditelan kelam..
Kadang muncul memberi asa...
Tapi... tak membuat sirnanya gelap..
Lunglai lengan mengayuh biduk..
Seorang diri bertahan di kelamnya asa
Berharap shubuh menyongsong cahaya
Terasa jauuuuh... penatpun berkuasa..
Sejenak keraguan datang mengilas..
Adakah kekuatan tuk melihat cahaya..
Kuragu ajalku datang sebelum cahaya sinar
Menerangi bidukku...
Ya...Allah kucoba ikhlas berharap ridhoMu...
Bogor, okt 2004
Langganan:
Postingan (Atom)