Kamis, 19 November 2009

ABSTRAKSI PEREMPUAN- PEREMPUAN

ABSTRAKSI PEREMPUAN- PEREMPUAN

Karya : Gusmailina

Dalam rangka memperingati hari KARTINI, saya mencoba menyususn dan merangkai kata yang kiranya ada manfaat bagi kita kaum perempuan, Namun sebelumnya saya mohon maaf jika terdapat kekurangan baik dalam kata maupun dalam penyampaian…

Perempuan…perempuan
Perempuan.. adalah pelabuhan damai…
Perempuan … adalah tampat kapal berlabuh..
Perempuan adalah isteri tempat cinta mengalir..
…… dari anak sungai kali gunung

Namun….
Ketika perempuan dianggap sebagai kelompok manusia..
Yang tidak menempati posisi sebagai objek…
Ketika perempuan hanya dianggap sebagai sekunder..
Dengan otoritas nihil..
Ketika perempuan dianggap tidak mampu..
Memberi kontribusi yang signifikan…..
Sungguh… suatu realitas yang menyesatkan…
… gelap.. tak ber-asa… dalam warna.. feodalisme patriarki..

Ketika perempuan… hanya jadi bayang-bayang.. yang mengekor..
Sosok kartini pun…tak tahan berpangku tangan..
Tak kemana berpaling wajah.. dada terbakar api juang..
Menerjang keterkungkungan…mengekor kemunafikan..

Kartini berontak… bukan lupa kodrat..
Kartini berteriak.. bukan marah..
Kartini hadir memecah gelap..terangi bathin perempuan..

Kini segala angan dan mimpi perempuan..
Dapat diraih dengan nyata,.. digenggam dalam telapak yang mungil..
Kartini.. perempuan pelopor,.. pelopor emansipasi..feminisme..
Kartini tenang meninggalkan jejak.. sejarah sepanjang zaman..

Dari jauh kartini tersenyum..ketika melihat perempuan menabur kasih…
Menebar senyum wibawa..berdiri tegak hadap publik..tubuh terbalut budaya timur…
Dengan gemulai…membelai anak…menuntun generasi..searah kemajuan tanpa lepas..kodrat dan etika…
Namun.. kartini menangis…ketika melihat perempuan jadi simbol pemuas nafsu
Jadi tontonan pengumbar hasrat..
Perempuan jadi fenomena.. topik berbentur antara seni dan agama…
Perempuan jadi objek estetika tapi lepas dari agama…
Perempuan dalam reformasikah itu…
Jawabnya tidak… bukan ….
Karena sesungguhanya… Allah telah berfirman..
Bahwa Allah lebih mencintai mukminah yang kuat iman, kuat ilmu.., dan kuat fisik..
Karena perempuan adalah cermin bahasa…moral… dan agama…
Sehingga… akan melahirkan..mendidik..generasi..
Menuju keselamatan dunia dan akhirat…

Kartini…
Kami perempuan-perempuan yang hadir disini…
Berharap dapat meluruskan kembali..arti dan makna dari perjuanganmu..
Karena mengingatmu..seperti berdiang diperapian saat hujan..
Apimu menghangatkan tiap relung sukma kami..
Mengingatmu..suatu kesadaran yang memberi catatan..
Tentang emansipasi kaumku sesungguhnya..
Kartini… hidup dalam mati…..


Bogor, 15 April 2004
Ditulis untuk mengingat hari Kartini, 21 April 2004.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar